Libur Hari Minggu, Idenburg, dan Sarekat Islam - News Summed Up

Libur Hari Minggu, Idenburg, dan Sarekat Islam


Jumlah jamaah haji yang pada pertengahan akhir tahun 1800-an, hanya puluhan kala itu melonjak menjadi ribuan dan pada tahun 1920-an sempat mencapai jumah 20 ribu. Selama melakukan cuti ke Eropa pada tahun 1894 dan 1895, Idenburg bertemu dengan Kuyper. Tak cukup dengan itu, dia kemudian mengadopsi peraturan tentang hari istirahat mingguan (peraturan hari Minggu). Mereka diasingkan ke Belanda yang melalui putusan Idenburg pada tahun 1913. Namun, pada tahun 1923, pada ulang tahun ke 25 pemerintahan Ratu Wilhelmina, Edinburg diangkat menjadi Menteri Luar Negeri dan tahun berikutnya sebagai anggota Dewan Negara.


Source: Republika February 24, 2018 17:03 UTC



Loading...
Loading...
  

Loading...

                           
/* -------------------------- overlay advertisemnt -------------------------- */