Pemimpin dan pemuka agama bisa jadi pengayom dan pemandu di dalam proses politikREPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Sa'adi berpandangan, para pemimpin dan pemuka agama sebaiknya jangan masuk ke dalam wilayah politik praktis. Pemimpin dan pemuka agama justru harus bisa menjadi pengayom dan pemandu di dalam proses perhelatan politik. Zainut juga mengingatkan, para elit bangsa dan elit politik harus mengedepankan budaya tabayun atau klarifikasi. Para elit bangsa dan elit politik pun harus terus membangun komunikasi agar bisa mengawal proses demokrasi berjalan dengan baik. Hal itu bisa dihindari dengan tidak melakukan kampanye hitam (black campaign).
Source: Republika February 10, 2018 04:52 UTC