REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Fahmi Salim menyayangkan puisi Ibu Indonesia yang dibacakan Sukmawati Sukarnoputri. "Orang yang tidak mengerti, memahami agama dan kemudian berani melecehkan atau mengomentari serta membenturkan antara ajaran agama dengan kearifan lokal. Keduanya adalah Muslim dan menjalankan syariat dengan baik. "Ada upaya nativisasi, upaya untuk menghidupkan budaya-budaya pra-Islam lalu membenturkannya dengan ajaran Islam seolah-seolah Islam itu datang untuk menghancurkan dan menghapus budaya lokal pra-Islam," ujar dia. Adab yang dimaksud adalah adab kepada Allah SWT, Rasulullah dan ajaran Islam yang mewajibkan jenis pakaian bagi Muslimah.
Source: Republika April 04, 2018 01:18 UTC