JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia ( APGI) turut serta berperan aktif dalam melaksanakan manajemen krisis kepariwisataan selama wabah. Sekretaris Jenderal APGI Rahman Mukhlis mengungkapkan, peran aktif akan dilakukan selama tanggap darurat corona berlangsung mulai Maret hingga Mei 2020. Menurut Mukhlis, ada tiga tahapan manajemen krisis kepariwisataan yang dilakukan APGI. Baca juga: 6 Dampak Corona bagi Industri Pariwisata Gunung, Jumlah Pendaki Turun 44 PersenLanjutnya, membangun awareness atau kewaspadaan tersebut dikhususkan untuk mengurangi dampak virus corona dari segi kesehatan terlebih dulu. Dalam survei yang digelar APGI, potensi jumlah trip wisata gunung yang batal karena dampak Covid-19 adalah 9.405 trip dalam setahun.
Source: Kompas April 02, 2020 02:26 UTC