REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Masyarakat pesisir Pantai Baros, Desa Tirtohargo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengolah sampah laut yang masuk ke kawasan mangrove menjadi barang kerajinan yang memiliki nilai ekonomis. Menurut dia, pengolahan sampah laut menjadi kerajinan yang dikembangkan pemuda-pemudi Baros beberapa bulan lalu yang selama ini menjaga kelestarian ekosistem hutan mangrove di pesisir Baros itu merupakan kegiatan positif yang perlu diapresiasi. Yus Warseno mengatakan bahan baku kayu (sampah laut) yang dikumpulkan di kawasan mangrove selepas banjir rob beberapa waktu lalu mencapai 10 truk, bahkan sampah kayu tersebut belum habis dipilah. Ia menyebutkan barang kerajinan dari olahan sampah laut berupa potongan kayu, di antaranya hiasan-hiasan rumah, bahkan kerajinan itu laku dengan harga tinggi di pasaran karena punya keunikan. "Fenomena gelombang pasang kemarin membawa sampah laut masuk ke kawasan mangrove, namun musibah rob kemarin justru menjadi anugerah bagi pemuda-pemudi Baros, karena ternyata sampah organik itu bisa diolah menjadi barang mahal," katanya.
Source: Republika August 05, 2016 19:30 UTC