Mereka menyebut banjir besar, bisnis lumpuh, logistik terganggu, bencana nasional dan teks-teks lebay lainnya. Data ini digunakan sejumlah media arus utama sebagai bahan pemberitaan banjir Jakarta.Seperti yang dimuat pada Detik.com melalui artikel berjudul "Jabodetabek Banjir, Curah Hujan 1 Januari 2020 Tertinggi Selama 24 Tahun". Artikel Media Indonesia juga menggunakan data petugas resmi.Selanjutnya, klaim bahwa pemberitaan banjir Jakarta membuat bisnis lumpuh dan logistik tidak tertanggu adalah salah. Hal itu seperti dilansir CNBC Indonesia melalui artikel "Banjir Jakarta Awal 2020: Bisnis Lumpuh, Logistik Terganggu" yang dimuat pada Rabu 1 Januari 2020, menyatakan bisnis dan logistik terdampak banjir Jakarta. Faktanya, banjir Jakarta menggangu bisnis logistik dan menelan korban jiwa.Informasi hoaks tersebut masuk dalam kategori Misleading content (konten menyesatkan).
Source: Media Indonesia January 03, 2020 08:15 UTC