REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Minyak "Kutus Kutus" sekilas mirip seperti minyak balur lainnya semisal minyak kayu putih atau telon, yang berasal dari tanaman-tanaman tertentu. "Kutus Kutus kombinasi jejamuan, kita infuse sama minyak kelapa, ditambah 11 minyak esensial termasuk minyak kayu putih, minyak adas. Di balik sebuah minyakBambang memiliki alasan khusus mengapa Kutus Kutus hadir dalam bentuk minyak bukannya oral atau bentuk lainnya. Nama Kutus Kutus sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Bali yang berarti 88 atau simbol infiniti dan simbol kebaikan dalam falsafah masyarakat Tiongkok. Soal izin, Kutus Kutus saat ini sudah disetujui BPOM tak hanya di Indonesia, tetapi juga di beberapa negara seperti Austria, Slovakia, Swiss, Jepang dan Amerika Serikat.
Source: Republika December 06, 2019 21:11 UTC