Kalangan Muslim dengan sektarianisme membakar, juga tidak mau belajar dari sejarah. Ironi dan tragedi umat Islam akibat sektarianisme bernyala-nyala menjadi perbincangan hangat dalam Seminar Antarabangsa ‘Islam Tanpa Sekte’, atau lebih tepat ‘Islam Tanpa Sektarianisme’. Jika keadaannya demikian akut dan teruk, kalau Islam dan kaum Muslimin ingin berjaya baik di dunia maupun akhirat, tidak ada cara lain kecuali membendung dan mengendalikan sektarianisme bernyala-nyala itu. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir sektarianisme intra-Sunni, intra-Syi’ah dan antar-Sunni-Syiah malah kian meruyak, mendegradasi citra Islam dan kaum Muslim secara keseluruhan. Hanya dengan Islam wasathiyah, Islam dan kaum Muslim dapat tampil secara tawasuth, tawazun, dan ta’adul.
Source: Republika October 05, 2016 22:52 UTC