REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi saat pembukaan International Symposium on Religious Life (ISRL) 2020 menyampaikan bahwa sekarang ada gejala beragama secara instan dan simbolik. Maka perlu disikapi dengan penguatan literasi keagamaan, edukasi publik, dan membawakan ajaran agama secara diskursif dan mencerahkan. "Semua umat beragama perlu membuka diri terhadap perubahan, berdamai atau adaptif dengan kondisi disruptif ini, sehingga mampu melakukan sikap terbaik dalam menghadapinya," kata Menag saat membuka ISRL 2020 secara virtual pada Selasa (3/11). Menag menjelaskan, disrupsi juga berdampak pada cara pandang dan sikap beragama masyarakat. Menag berharap, melalui ISRL ini dapat didiskusikan berbagai fenomena kehidupan keagamaan di era disrupsi tersebut.
Source: Republika November 03, 2020 07:18 UTC