Lantas mengapa Departemen Pertahanan Keamanan itu menghabiskan banyak uang untuk obat disfungsi ereksi tersebut? Tidak hanya itu, harian tersebut menulis kalau militer sudah menghabiskan dana sebesar USD 294 juta sejak 2011. Dana itu untuk membeli Viagra, Cialis, dan pengobatan lain. Memang, sebagian pengobatan gangguan ereksi itu digunakan oleh personel aktif. Pada 2014, Armed Forces Health Surveillance Branch (AFHSB) menemukan bahwa 100.248 kasus disfungsi ereksi dialami oleh anggota militer yang aktif.
Source: Jawa Pos July 27, 2017 23:48 UTC