KOMPAS.com - Perusahaan penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi Uber menderita kerugian sebesar 1,27 miliar dollar AS atau sekitar Rp 16,8 triliun pada semester I 2016. Mengutip Bloomberg, Sabtu (27/8/2016), Uber merugi sekitar 520 juta dollar AS pada kuartal I 2016. Nilai pemesanan layanan transportasi Uber tumbuh secara bombastis dari kuartal I ke kuartal II 2016, yakni dari sekitar 3,8 miliar dollar AS menjadi lebih dari 5 miliar dollar AS. Sementara itu, pendapatan bersih meningkat 18 persen dari 960 juta dollar AS menjadi 1,1 miliar dollar AS pada kuartal II 2016. Baca juga: Pengguna Uber Protes, Kasablanka-Setiabudi Ditagih Rp 595.000Uber mengalami kerugian dari kuartal satu ke kuartal berikutnya.
Source: Kompas August 27, 2016 01:52 UTC