Suaranya yang merdu dan kulitnya yang gelap menjadi alasan utama hingga Abul-Hasan Ali bin Nafi, lebih akrab dipanggil Ziryab. Ziryab merupakan murid paling berbakat dari Ishaq al-Mawsili. Ishaq al-Mawsili merupakan musisi terkenal di Baghdad, Irak, pada waktu itu. Pendek kata, di Kordoba inilah Ziryab mendapat kemakmuran, ketenaran, serta pengakuan atas bakat seninya, sesuatu yang tidak ia dapatkan ketika masih tinggal di Baghdad. Di Kordoba, Ziryab menjadi penghibur di pengadilan dengan gaji 200 emas dinar.
Source: Republika June 12, 2019 11:15 UTC