TEMPO.CO, Jakarta - Oknum karyawan Starbucks yang mengintip pelanggannya melalui kamera CCTV dikaitkan dengan salah satu kelainan seksual yang disebut voyeurism. Psikolog Zoya Amirin mengatakan, voyeurism merupakan salah satu bagian dari paraphilia atau penyimpanan perilaku seksual di mana dia merasa terangsang jika mengintip orang lain telanjang atau melakukan hubungan seksual dan sebagainya. Bagi Zoya Amirin, apa yang dilakukan oknum karyawan tersebut dapat dikategorikan sebagai pelecehan seksual dan harus ditindak dengan tegas. Kalau menurut saya itu termasuk pelecehan seksual, kalau kita bilang dia gangguan jadi seolah-olah harus direhabilitasi dan tidak bertanggung jawab atas apa yang diperbuat," tegas dia. Ini bukan hanya tindakan tidak profesional, tapi ini juga pelanggaran hak asasi manusia pelecehan seksual ini.
Source: Koran Tempo July 03, 2020 11:03 UTC