REPUBLIKA.CO.ID, CARACAS -- Menteri Pertahanan (Menhan) Venezuela Vladimir Padrino Lopez mengatakan, sebagian besar tim keamanan Presiden Nicolas Maduro tewas dalam operasi Amerika Serikat (AS) di Caracas, Sabtu (3/1/2025) dini hari waktu setempat. AS mengirimkan pasukan khusus Delta Force untuk menyerbu kediaman dan menculik Maduro bersama istrinya. Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Ahad (4/1/2025), Padrino menuduh personel militer AS yang melaksanakan operasi tersebut telah membunuh dengan kejam sebagian besar tim keamanan Maduro, para prajurit, dan warga sipil yang tidak bersalah. Selama ini, Trump menuduh Maduro mengawasi pengiriman narkoba ke AS dan mempertahankan kekuasaan secara tidak sah melalui kecurangan pemilu. Padrino juga menuntut pembebasan Maduro dan istrinya segera dilakukan AS.
Source: Republika January 05, 2026 06:04 UTC