Stereotip terhadap orang Papua dan orang Indonesia yang lahir di timur telah ada jauh sebelum kasus yang melibatkan mahasiswa Papua dan mahasiswa Indonesia timur belakangan ini muncul. TEMPO.CO, Yogyakarta - Stereotip atau cap suka mabuk-mabukan dan tidak mengenakan helm ketika melintas di jalanan kerap mendera mahasiswa Papua di Yogyakarta. Menurut dia, cap atau label mahasiswa Papua tukang bikin onar sengaja dikembangkan kalangan yang ingin Yogyakarta tidak aman dan nyaman. Stereotip itu dihadapi mahasiswa yang tidak minum, tidak bikin keributan, dan aktif di masyarakat. Senin, 18 Juli 2016 | 02:47 WIBPengacara publik LBH Jakarta Veronica Koman (kiri), Ketua Umum Aliansi Mahasiswa Papua Jefry Wenda, pengacara publik Pratiwi Febry, dan perwakilan mahasiswa Papua se-Jawa dan Bali Ambrosius Mulait memberi keterangan pers terkait pengepungan asrama mahasiswa Papua oleh polisi dan organisasi masyarakat di Yogyakarta.
Source: Koran Tempo July 17, 2016 19:41 UTC