Pada saat itu, Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan seorang penduduk Madinah (kaum Anshar) yang kaya raya dan pemurah bernama Sa’ad bin Rabi’. Setelah mereka berdua berikrar dan saling berpelukan, kemudian Sa’ad bin Rabi’ menawarkan harta dan istrinya kepada Abdurrahman bin Auf. Ia bersemangat menjemput rezeki-Nya dengan cara berniaga hingga menjadi pengusaha, saudagar kaya, dan seorang sahabat dermawan pada masa itu. Kemudian, dalam surah yang lain Allah SWT menegaskan kepada kita, “Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Yakinlah Allah akan memberikan rezeki-Nya, kemudian jemputlah rezeki tersebut dengan mengoptimalkan segenap usaha dan doa seperti yang dilakukan Abdurrahman bin Auf.
Source: Republika April 18, 2019 07:07 UTC