Antara lain dengan meningkatkan kapasitas produksi dengan mempercepat musim tanam II, mengembangkan lahan rawa, perluasan tanam baru, diversifikasi pangan lokal, penguatan cadangan pangan dan sistem logistik pangan, serta pengembangan pertanian modern. Kepala BKP Agung Hendriadi menuturkan strategi lain yang diterapkan Kementan untuk mengantisipasi krisis pangan adalah diversifikasi pangan lokal. Pentingnya pengembangan pangan lokal ini karena potensi pangan lokal di Indonesia sangat besar. Langkah diversifikasi pangan lokal ini dilakukan melalui pengembangan diversifikasi pangan di daerah yang memang memiliki potensi pangan lokal tersebut dapat berkembang dengan baik. "Kekuatan ketahanan pangan menghadapi kondisi pandemi dan kekeringan terletak di ketahanan pangan keluarga, karena itu kita dorong masyarakat untuk mampu memproduksi pangan sendiri dari pekarangan mereka," kata Agung.
Source: Koran Tempo June 27, 2020 12:11 UTC