"Langkah ini penting untuk menjawab kekhawatiran publik bahwa di periode kedua Jokowi, jajaran kabinet hanya akan menjadi rebutan partai politik, karena Jokowi tidak ada kesempatan kembali di periode depan," ujarnya. "Banyak sekali anak bangsa berkualitas dan ahli di bidangnya yang dapat diajak untuk memperkuat kabinet Jokowi," ucapnya. Keberadaan para profesional dan ahli di kabinet, diyakini akan memberikan citra positif pada kepemimpinannya sebagai pihak yang komitmen terhadap kinerja ketimbang kompromi politik semata. Dia pernah menjabat pimpinan di SKK migas, pimpinan di BPH Migas, Dirjen Migas, dan Sekjen Dewan Energi Nasional (DEN) yang diketuai Presiden dan ketua hariannya Menteri ESDM. Analis politik yang juga Direktur Indostrategi, Arif Nurul Imam, ada sejumlah kementerian pada Kabinet Jokowi Jilid II yang harus dikomandani menteri dari kalangan profesional.
Source: Suara Pembaruan October 17, 2019 07:52 UTC