REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN — Ketegangan antara Iran melawan aliansi Amerika Serikat (AS) dan Israel kini merambah ke ruang angkasa dan infrastruktur digital. Media pemerintah Iran melaporkan, infrastruktur internet satelit Starlink milik miliarder AS, Elon Musk, kini masuk dalam daftar "target sah" militer Republik Islam di kawasan Asia Barat. Teheran memandang keberadaan terminal satelit ini bukan sekadar alat komunikasi, melainkan instrumen intelijen dan infiltrasi informasi yang mengancam stabilitas nasional di tengah berkecamuknya perang. Sebanyak 139 perangkat Starlink berhasil disita dalam operasi tersebut. Dalam operasi tersebut, petugas menyita tujuh perangkat Starlink bersama dengan sejumlah senjata api dan amunisi.
Source: Republika April 01, 2026 02:58 UTC