Dua module tersebut memungkinkan Pop.Up dengan mudah dapat di-switch antara berjalan di darat atau udara. Airbus sebagai pencetus Pop.Up menegaskan bahwa Pop.Up diciptakan karena terinspirasi dari banyaknya rintangan yang ditemui di transportasi darat. Jika sedang bersanding dengan modul darat, kapsul tersebut layaknya city car berbodi karbon dan bertenaga baterai. Teknologi autonomous level lima yang tersemat pada Pop.Up tak hanya berlaku untuk modul darat, tapi juga udara. Canggihnya lagi, setelah penumpang mencapai tujuan, modul udara dan darat beserta kapsulnya dengan sendirinya kembali ke stasiun pengisian ulang baterai untuk menunggu penumpang berikutnya.
Source: Jawa Pos March 11, 2017 00:43 UTC