Surat khusus itu ditulis oleh Issa Amro, aktivis HAM Palestina berusia 36 tahun dari kota Hebron, wilayah yang diokupasi Israel di Tepi Barat. "Saya tidak menghabiskan waktu muda saya memikirkan karier atau berkeliling dunia, Israel menghambat masyarakat kami dalam dua hal itu," kata Amro. Israel juga sering menolak izin warga Palestina yang ingin bepergian ke jalan tertentu. Lebih lanjut ia bercerita, tahun ini juga ia akan diadili di pengadilan militer karena sejumlah tuduhan semasa ia jadi aktivis HAM. Ini adalah bentuk intimidasi sistematis Israel yang tidak pernah berakhir.
Source: Republika January 18, 2017 01:44 UTC