jatimnow.com - Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menilai kemunculan subvarian omicron BA.2.75 harus diwaspadai. Data awal menyebutkan, subvarian ini memiliki kemampuan menginfeksi tak kalah cepat dengan subvarian omicron lainnya yaitu BA.5. "Subvarian BA.2.75 ini masih harus terus diamati. Baca juga:Geber Vaksinasi Jelang Grebeg Suro, Bunda Rita: Jalankan dalam Kondisi SehatSebelumnya, dalam pemaparan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai kasus Covid-19, India disebut menjadi negara pertama yang melaporkan temuan subvarian omicron BA.2.75. "Di Eropa dan Amerika, subvarian omicron BA.4 dan BA.5 menimbulkan gelombang baru.
Source: Republika July 07, 2022 23:48 UTC