TEKUN: Musyafak sedang menghaluskan kayu untuk bakal mebel produksinya yang dipasarkan ke berbagai daerah. Lahir dengan ketidaksempurnaan fisik, Musyafak tidak mau menyerah dalam hidup. ”Sedang banyak pesanan,” ungkap Syafak –sapaan akrab Musyafak– kepada Jawa Pos yang datang ke rumahnya, Desa Indrodelik, Kecamatan Bungah. Dia lalu bercerita tentang duka keluarganya 43 tahun lalu. Sebab, bayi laki-laki yang mereka tunggu-tunggu ternyata lahir dengan fisik tidak normal.
Source: Jawa Pos September 12, 2016 09:45 UTC