REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengakui, keputusan pemutasian 85 perwira tinggi TNI tidak tepat apabila dikeluarkan tiba-tiba dan dilakukan pada proses pergantian pimpinan TNI. Jadi sejarahnya gini, proses pengeluaran keputusan perwira tinggi TNI itu melalui proses bertahap, bertingkat, legalitas, sesuai dengan prosedur," ujar Gatot di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (6/12). Kalau saya diberitahu nanti akan diganti oleh Pak Hadi, itu saya tidak boleh (melakukan mutasi)," jelas Gatot. Kemudian saya ditelepon oleh Pak Mensesneg, menyampaikan 'Pak Panglima saya sudah menyerahkan surat, diutus oleh Presiden, kepada DPR mencalonkan Pak Hadi'. Jadi prosesnya itu sudah berlangsung, sudah paraf semuanya, baru itu," tutur dia.
Source: Republika December 06, 2017 07:30 UTC