Fakta sejarah gemilang saat para petani bawang putih mampu menyekolahkan anak-anak mereka hingga jenjang perguruan tinggi, masjid yang terbangun megah melampaui masanya, hingga petani yang berduyun-duyun berangkat haji dari hasil bawang putih tinggal menyisakan histori manis yang nyaris terkubur dalam ingatan petani yang telah renta. Bersama dengan 18 orang petani bawang di desa lain, anto dan istri mendaftar haji dari hasil bawang putih. Sejak berproduksinya kembali bawang putih lokal di kawasan utara lereng Gunung Slamet, masyarakat setempat mulai banyak yang beralih konsumsi dari bawang impor kembali ke bawang putih lokal. Masyarakat sudah lama mengetahui bahwa dari segi cita rasa, bawang putih lokal memang jauh lebih kuat dan nikmat dibanding bawang putih impor. Keberhasilan tanam dan produksi bawang putih lokal sebagaimana ditunjukkan para petani Tegal dan petani bawang putih di daerah lain di Indonesia menjadi bukti nyata bahwa kebangkitan bawang putih lokal untuk kembali berjaya di negeri sendiri bukan lagi sekedar mimpi, bukan pula dejavu.
Source: Jawa Pos November 24, 2019 12:11 UTC