Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Agustus 2019 kenaikan dana yang dihimpun dari penerbitan surat berharga mencapai 21,72 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp128,6 triliun. Pada penghujung Agustus 2018 sumber dana dari penerbitan surat berharga industri perbankan tercatat turun 2,67 persen. Jika dibedah lebih lanjut, pertumbuhan sumber dana dari surat berharga paling tinggi terjadi pada bank umum kelompok usaha (BUKU) IV. Dana yang dihimpun dari surat berharga bank di kategori ini tumbuh 55,81 persen menjadi Rp79 triliun hingga Agustus 2019. Sebagai perbandingan, nilai simpanan bersumber dari surat berharga pada bank BUKU III tercatat turun 14,54 persen secara tahunan di periode yang sama.
Source: Koran Tempo October 28, 2019 15:33 UTC