NEW YORK, KOMPAS.com - Nilai tukar dollar AS terus merosot. Depresiasi dollar AS mendorong saham ke rekor tertinggi dan membantu perusahaan-perusahaan AS meraup untung di luar negeri. Namun, kondisi yang berkebalikan anatara nilai tukar dengan pasar saham cukup dramatis, khususnya memperhatikan penguatan dollar AS setelah Presiden Donald Trump memenangkan pilpres. Janji-janji itu membuat nilai tukar dollar AS sempat menguat ke level tertinggi dalam 14 bulan pada Januari 2017 lalu. Namun, pasar mata uang malah merosot karena kelakuan Trump.
Source: Kompas August 04, 2017 05:02 UTC