JawaPos.com – Untuk melakukan percepatan transformasi digital, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengalokasikan 4 persen dari total pendapatan untuk belanja modal perusahaan (capital expenditure/capex). BRI menerapkan dua strategi inisiatif dan inovasi, yakni digitize dan digital,” jelas Direktur Digital, Teknologi Informasi dan Operasi BRI Indra Utoyo dalam siaran pers, Minggu (1/11). “Secara garis besar, kami menyiapkan sekitar 3 hingga 4 persen dari total revenue BRI untuk melakukan transformasi digital. Dengan transformasi digital, BRI bertekad melayani masyarakat sebanyak-banyaknya dengan biaya seefisien mungkin,” jelas Indra. Melalui kerjasama dengan fintech dan membangun kapabilitas digital, BRI berharap pada 2022 mayoritas transaksi nasabah dapat bergeser dari konvensional ke digital.
Source: Jawa Pos November 01, 2020 12:22 UTC