Pakaian Antihuru-hara Polisi Disoroti, Pengamat: Hilangkan Kesan Humanis - News Summed Up

Pakaian Antihuru-hara Polisi Disoroti, Pengamat: Hilangkan Kesan Humanis


Pengunjuk rasa yang menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja terlibat bentrok dengan polisi di kawasan Harmoni, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2020. ANTARA/Indrianto Eko SuwarsoTEMPO.CO, Jakarta - Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel menyoroti pakaian antihuru-hara yang dikenakan personel kepolisian saat mengamankan jalannya demonstrasi buruh dan mahasiswa pada Kamis, 8 Oktober 2020. Menurut Reza, pakaian bak robot itu menimbulkan kesan menyeramkan dan membuat masyarakat tak percaya bahwa polisi akan menangani demonstran dengan cara humanis. Baca Juga: Polisi Dalami Keterlibatan Perusuh Bayaran Saat Demo Omnibus Law Cipta KerjaSelain itu, atribut baju antihuru-hara yang serba hitam, berpenutup wajah, dan tanpa tanda pengenal berpeluang memunculkan perilaku brutal polisi. "Studi juga tidak melihat adanya dampak kostum dan peralatan ala militer terhadap penurunan kekerasan (dari pihak lain) dan keamanan personel sendiri," kata dia.


Source: Koran Tempo October 10, 2020 03:44 UTC



Loading...
Loading...
  

Loading...

                           
/* -------------------------- overlay advertisemnt -------------------------- */