Hal itu diungkapkan setelah mendapati hasil pemilu parlemen Belanda yang menempatkan partainya, PVV berada di posisi ke dua, dibawah partai pimpinan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte. Di antaranya adalah anti-kemapanan, anti-Islam, anti Uni Eropa dan menyatakan ingin melepaskan diri dari bayang-bayang elite politik Den Haag. Sesaat sebeluim pemilu Wilders digadang-gadang akan memenangkan pemilu Belanda yang berlangsung pada Rabu, 15 Maret 2017. Namun faktanya Wilders kalah suara dari partai konservatif pimpinan Rutte, VVD yang berhasil untuk ketiga kalinya secara berturut-turut menjadi pemenang pemilu. Pada 2012 partainya mendapat 12 kursi, dan pada pemilu kali ini, PVV mendapat tambahan menjadi 20 kursi.
Source: Koran Tempo March 17, 2017 06:11 UTC