REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA--Sebuah serangan bom terhadap Parlemen Turki di Ankara melukai beberapa pejabat parlemen dan polisi, Sabtu (16/7). "Semua Menteri Luar Negeri mengatakan: Kami berdiri dengan Turki dan demokrasi, kami juga akan membuat pernyataan pada masalah ini," katanya. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu membuat serangkaian panggilan telepon dengan timpalannya di berbagai negara mengenai upaya kudeta militer Sabtu pagi. Ia menambahkan, termasuk melakukan panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry. Seperti dilaporkan Anadolu Agency, beberapa kaca di lobi parlemen rusak akibat serangan bom.
Source: Republika July 16, 2016 01:41 UTC