REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Pasukan Pertahanan Australia dilaporkan bakal berhenti menggunakan produk milik perusahaan pertahanan Israel Elbit’s Battle Management System (BMS). Sebelumnya Australian Broadcasting Corporation (ABC) melaporkan bahwa telah terjadi ketegangan antara BMS dan Pasukan Pertahanan Australia. Dia menjelaskan BMS menggunakan proses pengembangan perangkat lunak yang aman bekerja sama dengan Departemen Pertahanan, termasuk penyediaan semua kode sumber. BMS Elbit memungkinkan komandan untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan lebih baik selama skenario medan perang yang kompleks serta operasi dengan tampilan peta elektronik serta data pertempuran penting lainnya. Pada 2018, BMS memenangkan tender Pasukan Pertahanan Australia.
Source: Republika May 06, 2021 08:48 UTC