Paus Fransiskus tiba di Aula Paulus VI untuk audiensi umum mingguan, menjaga jarak dari umat beriman karena penyakit coronavirus (COVID-19), di Vatikan, 21 Oktober 2020. REUTERS/Guglielmo MangiapaneTEMPO.CO, - Pemerintah Cina mengkritik pernyataan Paus Fransiskus yang mengatakan etnis Muslim Uighur di Cina sebagai orang-orang yang teraniaya. Namun Zhao tidak menyinggung soal kamp-kamp tempat lebih dari 1 juta orang Uighur dan anggota kelompok minoritas Muslim Cina lainnya ditahan. Cina dituding memaksa etnis Uighur untuk menyatakan kesetiaan kepada Partai Komunis yang berkuasa di Cina dan pemimpinnya, Xi Jinping. Sebelumnya, Dalam buku barunya Let Us Dream, Paus Fransiskus menuliskan Muslim Uighur sebagai salah satu contoh kelompok yang dianiaya karena iman mereka.
Source: Koran Tempo November 24, 2020 12:21 UTC