REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Usep Hasan Sadikin, mengatakan ada tiga bentuk penyelewengan yang berpotensi dilakukan oleh pejawat yang mencalonkan diri di Pilkada 2018. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Perludem, ada 212 pejawat yang mengikuti pilkada pada tahun ini. Dia mencontohkan, terkait anggaran ada 16 daerah penyelenggara Pilkada 2018 yang melebihi pagu anggaran yang diajukan oleh KPU. Di sisi lain, lanjut Usep, di daerah yang tidak ada peserta dari pejawat, justru KPU mengalami hambatan anggaran. Saat itu, paslon pejawat, Ahok-Djarot mengiyakan 100 persen usulan anggaran pilkada dan bisa cair satu kali, sekaligus," jelas Usep.
Source: Republika February 08, 2018 20:03 UTC