JawaPos.com - Desakan ditutupnya tempat hiburan terbesar di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito kembali mengemuka. Lokalisasi Merong Muara Teweh dianggap telalu dekat dengan kota. “Kebijakan apapun dari pemerintah daerah akan kita dukung dan kami siap mengarahkan personel untuk mendukung setiap kebijakan dari pemerintah daerah,” terang Kapolres. Sebab berkaca pada Lokalisasi Dolly yang besar saja bisa ditutup, apalagi Merong yang berada di tepian Sungai Barito. Terlebih rencananya Pemkab Batara akan memulangkan pekerja seks komersial (PSK) di Lokalisasi Merong pada tahun 2018.
Source: Jawa Pos May 25, 2017 07:18 UTC