JawaPos.com – Terdapat beberapa pemerintah daerah (pemda) yang mengaku tidak tahu program penuntasan buta aksara. Atas hal tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berkata bahwa pemda yang bersangkutan hanya menghindar dari tanggung jawab. Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK) Kemendikbud Samto mengatakan, padahal pemda sendiri lah yang mengajukan program untuk menjalankan kegiatan tersebut. Mulai anggaran hingga pengajar yang bakal terjun mengatasi buta aksara di masyarakat, semua diusulkan oleh pemda. Dengan mengaku tidak tahu atas program tersebut, Samtop menegaskan bahwa Kemendikbud akan kembali mengawasi pemda menjalankannya.
Source: Jawa Pos September 04, 2020 11:08 UTC