REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memfokuskan penanganan buta aksara di enam daerah. Keenam daerah tersebut yakni Papua, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Barat (Sulbar), Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Kalimantan Barat (Kalbar). Fokus ini dilatarbelakangi jumlah penduduk buta aksara di keenam daerah tersebut merupakan yang tertinggi di Indonesia. Selain itu, jumlah penduduk buta aksara yang tinggal sedikit, yakni di bawah 2 persen, membutuhkan fokus yang lebih detail. Papua merupakan daerah dengan penduduk buta aksara tertinggi, yakni antara 20-25 persen, sementara di posisi kedua adalah NTB dengan persentase antara 5-10 persen.
Source: Republika September 04, 2020 10:52 UTC