Penangguhan setelah Twitter menghapus cuitan Presiden Nigeria terkait aksi separatis. REPUBLIKA.CO.ID, ABUJA -- Pemerintah Nigera pada Jumat (4/5) telah menangguhkan Twitter tanpa batasan waktu. Menteri Informasi Lai Mohammed mengatakan, pemerintah telah bertindak untuk menangguhkan Twitter karena penggunaan yang terus-menerus untuk kegiatan yang mampu merusak keberadaan perusahaan Nigeria. Amnesty International mengutuk penangguhan Twitter dan meminta pihak berwenang Nigeria untuk segera mencabut penangguhan itu. Amnesty International mengatakan, penangguhan Twitter telah melanggar hukum dan merupakan rencana pemerintah untuk membungkam media, menekan ruang sipil, dan merusak hak asasi manusia Nigeria.
Source: Republika June 06, 2021 02:30 UTC