REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD -- Pemimpin Kurdi Irak Masoud Barzani kembali menegaskan, referendum kemerdekaan tetap akan berlanjut pekan depan sesuai rencana untuk wilayah otonomi Kurdi di Irak utara. "Referendum tidak lagi ada di tangan saya, juga bukan ada di tangan partai politik, tapi ada di tangan Anda," kata Barzani di hadapan kerumunan warga Kurdi, di sebuah stadion sepak bola di ibukota regional Arbil, Jumat (22/9). Pemerintah Irak menentang referendum di wilayah tersebut, yang disebutnya tidak sesuai dengan konstitusi. Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi pun sesumbar akan melakukan intervensi militer jika referendum kemerdekaan Kurdi ternyata mengancaman keamanan warga Irak. Kurdi Irak sejak 2003 telah mengklaim tiga provinsi, yaitu Arbil, Dohuk, dan Sulaimaniyah.
Source: Republika September 22, 2017 20:03 UTC