REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati mengatakan pencabutan subsidi listrik bagi 18 juta masyarakat Indonesia menyebabkan penurunan daya beli masyarakat. Konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat masih dalam posisi tekanan. Pengurangan subsidi dilakukan terhadap 18 juta rumah tangga pengguna 900 VA. Yang semula ada 23 juta rumah tangga, kini tinggal 4 juta rumah tangga penerima subsidi. Ada 18 juta rumah tangga yang daya beli masyarakatnya akan berkurang karena tadinya dapat subsidi menjadi tidak," kata Enny. "Tapi yang tidak kalah mencengangkan, kontribusi kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) terhadap inflasi Juni 2017 sangat signifikan," ujarnya.
Source: Republika July 08, 2017 11:48 UTC