Namun, sulit untuk membedakan apakah seseorang yang batuk terinfeksi Covid-19 atau tidak. Melihat permasalahan tersebut, para peneliti di Massachusetts Institute of Technology (MIT) telah mengembangkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang diklaim dapat mengenali batuk dari orang yang terinfeksi Covid-19. Jaringan ini dikatakan dapat membedakan perubahan halus (batuk) yang mengindikasikan efek virus Korona baru alias Covid-19 atau tidak. Satu jaringan saraf mendeteksi suara yang terkait dengan kekuatan vokal. Dan meskipun cukup mampu untuk mendeteksi Covid-19, metode ini tak dapat jadi acuan untuk memastikan apakah seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak.
Source: Jawa Pos November 03, 2020 04:54 UTC