Jakarta, Beritasatu.com - Koordinator Nasional Jaringan Pemerhati Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji menilai, masih tingginya angka putus sekolah disebabkan pemerintah kurang fokus pada kelompok yang selama ini tereksklusi dalam sistem. Akibatnya, pemerintah masih berkutat dengan persoalan yang sama soal putus sekolah dan kendala akses. Oleh karena itu, Ubaid meminta pemerintah daerah (pemda) harus berkomitmen karena selama ini komitmen pemda patut dipertanyakan. Kendati demikian, untuk menuntaskan angka putus sekolah, Ubaid mengharapkan pemda untuk fokus pada kelompok-kelompok anak yang selama ini tereksklusi. Selain itu, pemda juga diminta melakukan evaluasi pada program KIP yang belum menjangkau semua dan banyak tidak tepat sasaran.
Source: Suara Pembaruan July 24, 2019 08:26 UTC