Meskipun dalam tingkat strategis menurutnya kerja sama dengan Nur Misuari dapat lebih efektif. Namun bisa juga bermasalah. Sudah empat kali WNI disandera dalam kurun waktu enam bulan terakhir di jalur yang sama. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengajar Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri Syariif Hidayatullah Robi Sugara mengatakan, rencana kerja sama dengan Nur Misuari untuk membebaskan 10 WNI yang disandera di Kepulauan Sulu, Filipina dapat menjadi cara diplomatik yang efektif. "Pembangunan pelabuhan-pelabuhan untuk meningkat ekonomi maritim tidak dibarengi dengan aspek keamanannya, sedangkan keamanan juga mahal," katanya.
Source: Republika July 22, 2016 13:07 UTC