Menurutnya, terjadinya perang urat syaraf yang tidak sehat tersebut diakibatkan oleh dua faktor. Di antaranya, karena minimnya kreativitas tim sukses (timses) pemenangan masing-masing calon. Pemerhati asal Universitas Brawijaya (UB) Malang itu menyebutkan karena minimnya kreativitas timses pemenangan dalam berkampanye, maka mereka mudah untuk melalukan kampanye hitam dengan saling melemparkan statemen yang melemahkan lawan-lawannya. Akibatnya mereka dengan mudah terprovokasi oleh lawanya untuk mengumbar pernyataan yang lebih cenderung memojokkan lawannya, hingga kampanye hitam pun tidak terelakkan. "Saya kira itu bukan strategi mereka untuk menaikkan elektabilitasnya, tapi karena minimnya kreativitas tim dan mereka kurang bisa mengontrol saat berada di ruang publik," tambah Anang.
Source: Republika October 04, 2016 09:22 UTC