REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- PT Angkasa Pura I mulai mengerjakan proyek pengembangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, yang diperkirakan menelan anggaran Rp 2,2 triliun menjelang pelaksanaan pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia, Oktober 2018. Menurut Yanus, anggaran triliunan rupiah itu untuk mengembangkan sejumlah fasilitas di antaranya pengembangan apron di sebelah barat dan timur bandara. Saat ini pengerjaan proyek memasuki tahapan pembuatan apron atau tempat parkir pesawat di sisi timur bandara yang baru mencapai sekitar 1,76 persen. Sedangkan untuk daya tampung terminal domestik dan internasional dan landasan pacu di salah satu bandara tersibuk di Tanah Air itu saat ini masih memadai. "Untuk perluasan bandara ini (digarap) setelah target (pengembangan bandara) untuk IMF itu selesai," ucap Yanus.
Source: Republika February 24, 2018 21:00 UTC