REPUBLIKA.CO.ID, KISKUNHALAS -- Lebih dari 200 migran terjebak dalam perkelahian di sebuah pusat penampungan migran dekat perbatasan Hungaria-Serbia, Ahad (17/7) malam. Aliran migran telah melambat sejak Hungaria mendirikan pagar kawat berduri di sepanjang perbatasan selatan dengan Serbia dan Kroasia. Sebanyak sembilan orang terluka dan delapan dari mereka dirawat di rumah sakit di selatan Kiskunhalas. PM Orban bahkan sedang mempersiapkan untuk menyerukan referendum, meminta para pemilih menolak rencana Uni Eropa mendistribusikan kembali migran di seluruh negara anggota. Penasihat keamanan nasional Perdana Menteri Viktor Orban, Gyorgy Bakondi mengatakan kepada kantor berita negara MTI, sekitar 20 migran mulai berkelahi sekitar pukul 18.00 GMT.
Source: Republika July 18, 2016 09:11 UTC