Menandakan laju kasus positif di Surabaya jauh menurun dibanding kota-kota besar lainnya. Namun, menurut catatan Satgas Penanganan Covid-19, hingga minggu kedua Agustus, Surabaya tetap menjadi episentrum persebaran Covid-19. Selain jumlah kematian dan kasus kumulatif positif, laju kematian per 100 ribu penduduk juga masih paling tinggi. Meskipun telah resmi membuka pariwisata untuk wisatawan domestik, angka kematian pasien Covid-19 di Denpasar relatif rendah, yakni 1,03 persen dari keseluruhan jumlah kasus. Dewi mengatakan, meskipun kasus kumulatif tertinggi ada di Surabaya, jika dilihat laju insidensi per 1.000 penduduk, Surabaya justru lebih lambat sehingga menjadi peringkat kelima.
Source: Jawa Pos August 20, 2020 06:45 UTC