China telah memberlakukan langkah-langkah ketat yang bertujuan untuk mencegah aborsi selektif jenis kelamin. Otoritas kesehatan pada 2018 memperingatkan bahwa penggunaan aborsi untuk mengakhiri kehamilan yang tidak diinginkan, sangat berbahaya bagi tubuh perempuan dan berisiko menyebabkan kemandulan. Data Komisi Kesehatan Nasional menunjukkan antara 2014 dan 2018, telah terjadi rata-rata 9,7 juta aborsi per tahun. Para ahli dan peneliti kebijakan mengatakan, pengendalian angka kelahiran diidentifikasi sebagai salah satu tantangan kebijakan sosial utama China dalam beberapa dekade mendatang. Diperkirakan pertumbuhan populasi akan semakin melambat dalam beberapa tahun.
Source: Republika September 28, 2021 01:52 UTC