TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian menuntut sejumlah politisi oposisi Filipina, termasuk wakil presiden, dengan pasal pencemaran nama baik dan rencana menggulingkan Presiden Rodrigo Duterte. Tuntutan menargetkan 36 orang, termasuk Wapres Leni Robredo, sejumlah Senator, dan pejabat Katolik, karena kritik tajam mereka terhadap perang narkoba Duterte dan tindakan Duterte lain. Mereka yang dituntut pada Kamis dituduh berkonspirasi dengan seorang pria yang muncul dalam serangkaian video online yang mengatakan bahwa Duterte memiliki hubungan dengan sindikat narkoba. Juru bicara Duterte, Salvador Panelo, mengatakan pada hari Jumat bahwa pemerintah menyambut gugatan terhadap wakil presiden dan sekutu politiknya. Di Filipina, presiden dan wakil presiden dipilih secara terpisah, dan beberapa orang telah menyarankan bahwa gugatan terhadap Robredo adalah cara Rodrigo Duterte untuk menyingkirkannya, dan menjadikan Marcos sebagai wakil presiden Filipina.
Source: Koran Tempo July 21, 2019 03:56 UTC