JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi tengah menyelidiki pembuatan alat pengurang bahan bakar minyak (BBM) yang terpasang di dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan. (Baca juga : Pasang Alat Pengurang Takaran Bensin, Teknisi hingga Direktur SPBU di Tangerang dan Tangsel Ditangkap)"Kami terus menggali keterangan para tersangka. Argo mengatakan, alat pengurang takaran BBM yang digunakan di SPBU di Ciputat dan di Kabupaten Tangerang memiliki kemiripan meskipun keduanya menggunakan sistem pengendali yang berbeda. Dalam pengungkapan kasus di SPBU di Kabupaten Tangerang, polisi menangkap direktur SPBU berinisial AIS, manajer operasional berinisial AR, manajer pengawas berinisial DT, kepala pengawas berinisial TR, dan pengawas SPBU berinisial MS, H, dan TPengelola SPBU tersebut dapat mengantongi keuntungan hingga Rp 930,9 juta selama satu tahun beraksi. Di SPBU di Ciputat, polisi mengamankan manajer pengawas SPBU berinisial RLN, pengawas SPBU berinisial SHD dan AN, dan pengawas bagian keuangan SPBU berinisial AY.
Source: Kompas May 01, 2018 00:45 UTC